T : Apa itu SPARK?
J : SPARK adalah multivitamin bagi bahan bakar kendaraan anda. SPARK memiliki fungsi utama yaitu
meningkatkan kualitas bahan bakar. Kualitas bahan bakar umumnya menurun karena faktor kontaminasi senyawa lain atau proses kimia yang terjadi selama masa penyimpanan. Dengan penambahan SPARK anda mendapatkan bahan bakar dengan kualitas yang dapat membuat kendaran anda selalu “sehat”.
T : Benarkah SPARK dapat menghemat BBM?
J : Konsumsi BBM biasanya dipengaruhi oleh kondisi mesin, jenis kendaraan, gaya menyetir pengemudi dan kondisi jalan yang dilalui. Jika semuanya diasumsikan sama kecuali kondisi mesin, maka setelah penggunaan SPARK ini konsumsi BBM akan dihemat antara 20%-30%. Nilai ini sangat membantu bagi pengguna kendaraan yang memang mengutamakan faktor ekonomi.
T : Seberapa pentingnya “kualitas”pada bahan bakar?
J : Bahan bakar yang terkontaminasi umumnya mengandung unsur-unsur yang akan meninggalkan residu dan endapan dalam mesin normal. Dalam jangka panjang akan membuat pembakaran menjadi tidak sempurna. Efeknya antara lain terjadi endapan pada karburator, terciptanya residu dan kerak dalam ruang bakar, emisi gas buang meningkat, mudah terjadi korosi pada tangki penyimpanan BBM dan saluran gas buang hingga menurunnya performa mesin. Secara tidak langsung akan membuat konsumsi BBM meningkat dan dalam jangka panjang meningkat pula biaya perawatan.
T : Bagaimana cara kerja SPARK?
J : Ada beberapa fungsi yang keseluruhan bisa dianggap tahapan cara kerja SPARK. Mulai dari mengurangi kadar air berlebih, gum dan endapan pada sistem saluran bahan bakar seperti tangki penyimpanan dan karburator, membersihkan ruang bakar dari residu dan senyawa karbon, meningkatkan tenaga mesin, mencegah terjadinya korosi hingga menurunkan emisi gas buang.
T : Jadi inti prosesnya yaitu bersih-bersih kadar air, gum dan endapan?
J : Ya, kadar air bisa berlebih apalagi kondisi daerah tropis yang lembab.ini bisa memicu pertumbuhan bakteri yang dapat mengakibatkan korosi dan juga terciptanya gum. SPARK terdiri dari senyawa polar dan semi polar yang memiliki nilai kalori tinggi, mampu melarutkan air, endapan dan senyawa yang mengkontaminasi bahan bakar.
T : Termasuk membersihkan ruang bakar?
J : Termasuk pembersihan pada ruang bakar. Ketika bahan bakar yang tercampur dengan SPARK membasahi ruang bakar, SPARK mulai bekerja mengurangi kerak secara perlahan dan melarutkan endapan yang ada sehingga ikut terbakar sempurna dan terbuang bersama gas buang.
T : Apakah SPARK aman bagi kendaraan?
J : SPARK aman bagi kendaraan bahkan kendaraan yang ber Catalytic Converter. Karena SPARK tidak terbuat dari bahan anorganik sehingga tidak me-ninggalkan deposit. Tidak ada penambahan lead seperti additive lain yang walaupun menambah tenaga tetapi dapat meninggalkan deposit. SPARK terbuat dari bahan yang tidak merusak karet seal, baik yang sintetik maupun karet alami.
T : Jika tidak ada tambahan Lead, bagaimana SPARK bisa menaikkan tenaga mesin?
J : Pada bahan bakar sendiri terdapat Oxygenated product yang dapat membantu pembakaran, namun jumlahnya masih sedikit, dalam SPARK komposisi produk di optimalkan hingga dapat menaikkan kualitas bakar BBM secara signifikan, namun masih dalam batas yang diizinkan oleh DitJen MIGAS. Selain itu SPARK dapat menaikkan angka Setana/oktan pada bahan bakar. Misal pada mesin dengan bahan bakar bensin, pada kendaraan baru umumnya dirancang menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan tinggi, namun pada realitanya, pengguna cenderung mengkonsumsi bahan bakar dengan nilai oktan lebih rendah, dengan pertimbangan ekonomi. Penggunaan ini akan membuat mesin jadi “ngelitik”, dan dalam jangka panjang dapat merusak piston dan ruang bakar.
T : Lalu bagaimana produk ini mencegah korosi?
J : Korosi bisa terjadi karena adanya kadar air berlebih. Pada sistem saluran bahan bakar seperti tangki penyimpanan dan karburator, umumnya disebabkan oleh bakteri yang berkembang biak. Dalam bahan bakar terkandung unsur belerang dalam jumlah sedikit, tapi keberadaan belerang ini tidak diharapkan. Selain karena sifatnya yang merusak, bila bertemu dengan air maka akan mempercepat oksidasi dan menimbulkan korosi. Pada proses pembakaran belerang teroksidasi menjadi SO2 dan SO3. Oksida belerang ini apabila kontak dengan air merupakan bahan bahan yang sangat korosif terhadap logam logam didalam ruang bakar dan sistem gas buang.
T : Bukankah jika residu dan senyawa lain terbakar justru meningkatkan emisi gas buang?
J : Benar, akan tetapi hanya pada tahap awal saja hingga saluran bahan bakar dan saluran gas buang bersih dari residu, karbon dan senyawa anorganik lainnya. Jika kondisi itu tercapai maka otomatis akan didapatkan emisi gas buang yang sempurna.
|